Senin, 18 April 2016

Bersih desa / Mertideso / metri desa / metri dusun tawang susukan

          METRI dusun (bersih desa) atau populer dengan sebutan acara sedekah bumi Desa Tawang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, dilakukan setahun sekali. Tradisi yang dilaksanakan sejak ratusan tahun itu dilaksanakan dengan upacara arak-arakan delapan buah gunungan, diiringi seni kuda lumping dan reog.






Acara bersih desa ini biasanya dihadiri juga dari jajaran Muspika, Muspida, beberapa kali Bupati Kabupaten semaran juga hadir dan juga tokoh tokoh masyarakat lainya

Undangan dari jajaran Muspika , Muspida Dll

Arak-arakan sepanjang satu kilometer itu belum lama ini kembali dilaksanakan. Delapan gunungan sesaji berisi berbagai macam makanan dan buah-buahan dengan aneka hiasan dipersembahkan setahun sekali setelah warga desa panen raya padi.

Menurut warga, ancak beserta prosesinya itu ada maknanya sendiri-sendiri. Ancak atau regang terbuat dari bambu dan kayu, berbentuk persegi empat, berisi makanan untuk dibawa ke Balai desa sebagai bentuk rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa,



Masyarakat Desa Tawang melestarikan tradisi itu sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan panen. Melalui tradisi itu diharapkan tahun mendatang lebih berhasil dan petani semakin sejahtera. 



Ibu ibu PKK yang ikut terlibat , membawa makanan berupa buah dan hasil bumi lainya 


  Semua kesenian tumpah ruah di Lapangan Desa Tawang



Suasana Jalan Yang padat dengan pengunjung dari berbagai daerah



Tradisi sedekah bumi untuk Mengungkapkan rasa syuukur, kata Ki Sandi Guno Drimas, pemuka masyarakat setempat. Besih desa Kali pertama dilakukan Pak Polo, yaitu pada zamannya Kanjeng Susuhunan Paku Buwono VII atau pada zaman pujangga Ronggo Warsito. 


Pelaksanaan kegiatan itu pada 2 Februari 1852 M (13 Jumadil Akhir Tahun Dal/1782 H). Penetepan ini berdasarkan buku Serat Kolo Tidho Sekar Sinom bab XI.


sekian gambaran bersihdesa di Tawang
dengan semangat kebersamaan kita bangun rasa untuk nguri uri budoyo

Drimas

2 komentar: